Kucing Batu: Kucing Pemilik Coat Tercantik

Setelah minggu lalu kita mengenal kucing congkok yang lebih sering ditemui pada hutan yang setengah terbuka, minggu ini kita berkenalan dengan jenis kucing liar lain yang juga menghuni hutan Sumatera. Kucing ini oleh banyak orang dianggap sebagai salah satu kucing liar tercantik karena pola coat yang dimilikinya memang menarik. Dia adalah Kucing Batu atau Marbled Cat  Pardofelis marmorata. Diantara kelima jenis kucing liar yang terfoto di Lanskap Tessonilo-Bukittigapuluh, Provinsi Riau, kucing batu yang paling mirip dengan kucing congkok dilihat dari ukurannya dan dari pola belangnya di bagian kaki. Kucing batu sedikit lebih besar dibanding kucing congkok, ukuran badannya mulai dari 45-62 cm dengan panjang ekor 356-550 mm, sedangkan beratnya berkisar 2.4-3.7 kg.

Kucing batu juga dianggap kucing liar menarik dan mungkin sedikit misteri karena ciri-ciri fisiknya yang banyak kesamaan dengan jenis kucing berukuran sedang-besar, terutama macan dahan. Kucing batu memiliki pola belang pada badan menyerupai bentuk awan, pola yang juga menjadi ciri khas macan dahan. Kesamaan lainnya adalah gigi taring bagian atas yang besar dan bentuk tapak kaki yang lebar. Namun tengkorak kucing batu lebih pendek dan bulat seperti tengkorak macan (panthera) dan lynx. Ekor kucing batu tebal dan panjang yang menunjukkan bahwa kucing batu adalah hewan arboreal yaitu menghabiskan banyak waktu dengan berada di atas pohon.  Seperti beberapa kucing liar lain; kucing batu memiliki garis hitam vertikal di dahi hingga mata.

Kucing batu diketahui memiliki daerah persebaran di hutan tropis indomalaya termasuk kawasan kaki pegunungan himalaya bagian barat hingga Nepal dan barat daya China, hingga ke bagian selatan di pulau Sumatera dan pulau Borneo. Negara-negara termasuk daerah perseberannya adalah Bhutan; Brunei Darussalam; Cambodia; China; India; Indonesia (Kalimantan, Sumatera); Lao People’s Democratic Republic; Malaysia (Peninsular Malaysia, Sabah, Sarawak); Myanmar; Nepal; Thailand; Vietnam. Di Lanskap Tessonilo-Bukittigapuluh, kucing batu turut terekam oleh kamera jebak (camera trap) yang dipasang dengan target utama harimau sumatra. Dari informasi yang diperoleh dari kamera jebak, diketahui bahwa kucing batu mendiami kawasan hutan alam rawa gambut Kerumutan, dataran rendah Tesso Nilo dan koridor hingga perbukitan di Rimbang Baling. Dari survei yang dilakukan mulai Desember 2004-Februari 2012, ada total 51 foto kucing batu yang diperoleh dengan foto terbanyak berasal dari SM Rimbang Baling.

Tidak banyak informasi yang diketahui mengenai prilaku kucing batu karena minimnya survei dan riset terhadap kucing cantik ini. Namun dari kamera jebak diketahui bahwa kucing batu ini tidak terlalu aktif di pagi hari, namun ketika menjelang siang hingga matahari terbenam (jam 11 siang – 6 sore), dan lebih tidak begitu aktif  lagi di malam hari. Hal ini sedikit berkebalikan dari prilaku kucing batu yang diperkirakan lebih nokturnal. Dari pantauan terhadap kucing batu yang hidup di penangkaran, kucing batu dapat hidup hingga 12 tahun. Masa kehamilan 66-82 hari dengan masa subur mulai umur 21-22 bulan. Kucing batu memangsa tupai, tikus, burung dan reptil kecil.

Ancaman utama terhadap kucing batu adalah hilangnya habitat. Provinsi Riau yang juga merupakan habitat kucing batu telah kehilangan sekitar 60% tutupan hutan alam sejak tahun 1980-an. Dengan laju kehilangan hutan yang sangat tinggi, sangat mungkin kita kehilangan kucing cantik ini tanpa sempat mempelajarinya. Kucing batu termasuk satwa liar yang dilindungi oleh Pemerintah Indonesia melalui UU No 5 Tahun1990 dan PP No 7 Tahun 1999. Lembaga konservasi internasional IUCN memasukkan kucing batu kedalam kategori rentan punah (Vulnerable). Meski memiliki coat yang begitu cantik, kucing batu sangat jarang ditemukan di perdagangan ilegal satwa liar. Namun ancaman perburuan dan perdagangan tetap tidak boleh dianggap sepele, untuk itu CITES telah memasukkan kucing batu ke dalam Appendix I yang berart tidak boleh diperdagangkan dan peredarannya diatur secara ketat atas izin presiden.

Pustaka

Nowell and Jackson, 1996. Wild Cats Status Survey and Action Plan

IUCN Redlist http://www.iucnredlist.org/apps/redlist/details/16218/0

ARKive http://www.arkive.org/marbled-cat/pardofelis-marmorata/image-G24620.html#text=All

CITES http://www.cites.org/eng/resources/species.html

About these ads

7 thoughts on “Kucing Batu: Kucing Pemilik Coat Tercantik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s