Rimbang Baling #1: sebelum permulaan

Baik, setelah 6 bulan hanya bekerja dari balik meja di dalam ruangan, telah tiba  saatnya kita masuk hutan lagi! tujuan petualangan kali ini adalah ke Suaka Margasatwa Rimbang Baling secara administrasi masuk ke dalam Kabupaten Bangkinang, Propinsi Riau. Rimbang Baling adalah target petualangan saya yang keempat dari empat habitat utama harimau sumatera yang termasuk ke dalam Lanskap Tesso Nilo-Bukit Tigapuluh. Rasanya hampir tak percaya akhirnya kesampaian juga hasrat saya menyusuri hutan Rimbang Baling. Sebenarnya bukan tidak pernah saya ke suaka margasatwa yang satu ini, namun semuanya hanya kunjungan singat, tidak ada yang lebih dari 3 hari. Sebelum Rimbang Baling, saya sudah menjelajahi hutan rawa gambut Suaka Margasatwa Kerumutan, hutan dataran rendah Taman Nasional Tesso Nilo dan hutan lindung Bukit Batabuh-Bukit Sosa.

Namun di hari keberangkatan, maag saya malah kambuh, aduuuh perihnya. Seminggu belakangan ini dietnya sedikit berubah dari yang nasi 3x sehari, diganti dengan roti sebagai sarapan. Kemudian untuk makan siang nasinya diganti ubi rambat dan kentang rebus. Dua hari terakhir menjadi lebih ekstrim karena rasanya saya melewatkan beberapa kali waktu makan begitu saja. Hingga tadi malam saya merasa kelaparan dan baru ketemu nasi saat hampir jam 9 malam. Mungkin karena itulah lantas sang kawan lama, maag, kembali mengunjungi. Tapi semoga ga usah lama-lama ya karena besok yang lebih utama, dua minggu naik turun menyusuri bukit Rimbang Baling menjemput camera trap (kamera jebak) yang telah dipasang sejak bulan oktober tahun 2011 lalu. Dari dua sample sih hasilnya tidak banyak gambar harimau yang tim peroleh, namun di sample 2 kami memperoleh foto the elusive sumatran serow alias kambing hutan! yeiii….

sungai subayang

Dari kota Pekanbaru kami menuju Desa Gema yang berada persis di pinggir kawasan Suaka Margasatwa Rimbang Baling. Perjalanan dua jam dilalui dengan berkendara mobil kemudian dilanjutkan dengan perahu panjang bermesin, yang dalam bahasa lokal melayu disebut ‘pompong’. Pompong membawa kami ke lokasi yang dinamakan oleh penduduk setempat sebagai Batu Dinding. Tapi perjalanan belum selesai lho. Target lokasi adalah air terjun batu dinding dan untuk mencapai lokasi ini, kami harus berjalan kaki lebih kurang 30 menit.

Tujuan kami berada di air terjun batu dinding tidak lain dan tidak bukan adalah untuk shooting alias pengambilan gambar acara TV7 Jejak Petualang. Horeee… terkenal., hahaha. Bukan saya sih yang jadi artisnya, melainkan beberapa orang dari tim saya; yaitu bang Zul, bang Fendy, mas Agung dan Mambo. Saya sendiri cuma penggembira dan sebagai bagian dari tim make up artists, meski kalau disuruh mendandani timku saya pun bingung karena sepertinya meski sudah didandani tetap tidak akan ada bedanya, hahahahaha becanda ya.

Pemberhentian batu dinding

Saat menyiapkan camp untuk kami menginap malam ini, saya sempat menegur seorang Polhut yang saya dapati membuang puntung rokok sembarangan. Tapi si Polhut tersebut dengan cueknya menjawab, “ini tanahnya lembab mbak jadi pasti mati puntung rokoknya”. Saya merespon jawabannya, “tapi ini hutan pak, bagaimana kalau ternyata bara apinya masih ada dan ada pemicu yg lain, bisa muncul kebakaran di sini. Dan bukan itu saja, tempat ini banyak dikunjungi orang lain, bagaimana kalau mereka melihat di sini puntung rokok bersebaran dimana-mana, mereka akan pikir, ohhh buang sampah bisa dimana saja”. Penjelasan saya ternyata hanya dianggap angin lalu, si polhut dengan cuek melangkah pergi. Saya pun memindahkan puntung rokok yang dibuangnya ke tempat api unggun untuk camp. Dalam hati saya berkata, tidak heran ya hutannya makin mawut, polhut yang semestinya berada di garis paling depan dalam menjaga keutuhan kawasan hutan, tidak peduli sama sekali akan tindakannya. Sering memang kita menyepelekan hal-hal yang kelihatannya kecil dan tidak penting, padahal kepedulian itu seringnya dimulai dari hal-hal yang kecil..

 

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s