Rimbang Baling #2: shooting Jejak Petualang Trans7

Apa yang tidak diharapkan ternyata menjadi kenyataan.  Setelah semua orang selesai makan malam, mendengarkan sesi pengarahan dan pengambilan gambar malam hari dengan tim Jejak Petualang Trans7, suara guntur mulai terdengar dan sesaat setelah semua orang masuk ke tenda yang telah disiapkan, hujan pun mulai mengguyur bumi. Karena semua tenda dipasang dalam keadaan darurat mengingat luas camp yang juga terbatas, maka semua pun menjadi waspada akan kemungkinan terjadinya banjir. Bang Fendi dan beberapa orang yang tidur di bagian tengah tenda beberapa kali harus terbangun dan menyingkir ke bagian pinggir karena alas tenda bagian tengah basah. Sementara aku? Oohhh ini yang dinamakan posisi menentukan prestasi: bagianku yang terletak di bagian paling ujung dari tenda cukup aman dari genangan air dan aku pun tidur dengan sukses.

Rasanya sudah pagi sih sewaktu aku terbangun, namun suara air di luar membujukku untuk kembali tidur. Nah, sewaktu terbangun kembali, aku yakin hari telah menjelang siang. Dari sela-sela tenda aku mengintip ke luar dan kulihat sudah banyak orang yang berada di luar tenda. Berarti hujan sudah berhenti ya? Tapi kok suara air masih kenceng gitu? Aaahhh pemirsa rupaya suara air yang aku kira hujan ternyata air sungai! Kenceng karena volume air lebih banyak, arusnya pun menjadi lebih deras. Karena sungainya berbatu besar maka libasan airpun terdengar kencang.

Asiknya berada dalam satu tim besar adalah seringnya hal-hal yang musti kamu ikut mengerjakan, ternyata sudah dikerjakan oleh orang lain. Contohnya ini, aku begitu bangun sarapan telah tersedia.., aahh nikmatnya hidup, heheh.

shooting JP

 

Hari ini aku latihan rute Rimbang Baling sembari menemani timku yang sedang diliput menjadi bagian acara Jejak Petualang – Trans7. Hari sebelumnya yang menjadi artis adalah tim Tiger Patrol Unit (TPU), hari ini giliran timku, Tiger Research Team atau singkatan kerennya Ftt, yang menjadi artis. Timku yang lelaki semua senang banget ini, setelah selama ini harus terjebak bersama aku, akhirnya mereka berkesempatan satu tim dengan seorang perempuan cantik+penyuka binatang+ramah lingkungan bernama Adita Nanda.  Mba Adita ini adalah presenter acara Jejak Petualang dengan edisi Konservasi Harimau dan Gajah Sumatera.

shooting JP

Tampaknya timku ini punya bakat alami menjadi artis, buktinya proses pengambilan berjalan lancar. Tidak ada yang terlihat demam kamera meski bersebelahan dengan seorang perempuan cantik nan tangguh. Dan juga karena ini sifatnya dokumenter jadi tim tidak perlu pakai script segala, hanya diberi pengarahan bentar oleh penanggung jawab acara dan kameraman, trus jalan deh prosesnya.

shooting JP

Bersyukur juga ada acara seperti Jejak Petualang karena dengan liputannya mengenai Harimau dan Gajah Sumatera, turut membantu menyampaikan kepada publik kondisi terkini satwa liar Indonesia yang juga adalah bagian dari kekayaan negeri khatulistiwa ini.

Sembari mengabadikan momen-momen shooting Jejak Petualang, aku menikmati ujicoba ku naik-turun bukit batu dinding. Kata bang Samsu, anggota TPU, saat mereka membawa Barney Long, Technical Adviser dari WWF-US, mereka juga mengikuti jalur bukit batu dinding ini.

Setelah kegiatan shooting selesai, kami pun segera berkemas bersiap pulang: memasukkan kembali semua peralatan tenda dan masak, membersihkan areal camp dari sampah. Yang pulang ke Pekanbaru sih tim dari Jejak Petualang serta mba Randu Rini dari bagian Comms Jakarta, sedangkan kami yang tim riset akan melanjutkan perjalanan di Rimbang Baling.

Menyusuri sungai

Untuk kembali ke Desa Gema, kami harus melewati rute yang sama saat menuju ke sini hari sebelumnya. Perjalanan pulang lebih menantang ketimbang masuknya karena air sungai telah meluap dan arusnya yang deras sehingga menyebrang pun menimbulkan perasaan ngeri-ngeri sedap, istilah tim untuk menggambarkan kondisi yang perlu sedikit keberanian.

Malamya kami menginap di tempat bang Samsu, anggota TPU, untuk beristirahat sejenak sembari mengeringkan tenda dan terpal yang basah dan berlumpur.

About these ads

3 thoughts on “Rimbang Baling #2: shooting Jejak Petualang Trans7

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s