diantara jejak si belang

jengkol, ikan, kincung dan air hitam

bulan juli tahun 2008 ini adalah satu diantara bulan-bulan tersibuk kami mencari keberadaan harimau sumatra. karena pada bulan ini kami akan melakukan 2 trip sekaligus; yaitu pengambilan camera trap di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dan pemasangan kamera di ex nanjak makmur, yang merupakan daerah usulan perluasan dari TNTN.
rencananya kegiatan pengambilan kamera akan dilakukan maksimal dalam 10 hari, lalu break selama 3-5 hari untuk ngecek peralatan, logistic refill dan tentu saja, energy recharge. kami sadar kami ini bukan kelincinya batterei energizer yang punya energi terus dan terus dan terus non stop., jadi dengan break 3-5 hari semoga cukup untuk membuat kami kembali fresh dan siap menguak misteri kekayaan hutan tesso nilo yang lain.

hari pertama kami turun ke lapangan, kami sudah dikejutkan oleh pemandangan yang tertangkap oleh mata kami. sayangnya bukan pemandangan seekor induk harimau bersama anak-anaknya seperti yang telah lama kami impikan, melainkan kenyataan bahwa bagian hutan di grid AI20 ini telah mulai dirambah.
kenyataan ini membuat kami sedikit khawatir akan keberadaan 2 kamera yang kami pasang sejak 3 bulan terakhir, kamera kami tidak jauh dari daerah yang sedang dirambah.

bergegas kami menyusuri bekas jalan logging dengan terus berharap bahwa kedua kamera tersebut aman, sembari memperhatikan tanah di bawah kami untuk jejak-jejak baru yang bisa kami identifikasi.

Tak lama tercium oleh kami bau yang sangat kami kenal, jengkol! otomatis mata kami mencari-cari sumber bau tersebut. Kami menemukan sebuah pohon jengkol sedang berbuah lebat tak jauh dari tempat kami berada.

rizal, seorang tenaga lokal yang kami sewa segera memanjat pohon jengkol tersebut dan memanen jengkolnya. “lumayannn, buat bekal selama di camp” sambut sang ketua tim, zulfahmi dengan tersenyum.

tim melanjutkan perjalanan dan akhirnya mereka tiba di lokasi kamera. pengecekan terhadap kondisi kamera dilakukan, syukur tak terkira, kedua kamera masih aktif. Camp panggung, camp pertama yang akan kami tempati beristirahat malam ini telah menanti kedatangan kami.

berpindah ke camp kedua, camp tapa adalah satu diantara bagian trip pengecekan kamera di bukit apoollo yang kami nantikan. alasannya jelas. camp terletak dekat sungai air hitam dan sepanjang perjalanan menuju camp tersebut, barisan kincung biasanya telah siap menanti untuk dipetik. lalu, apa hubungannya sungai air hitam dan kincung? yang namanya sungai, sudah pasti adalah rumah bagi para ikan, iya gak? dan kincung, wah, kita memang harus bersyukur tuhan telah menciptakan spice yang satu ini. bahkan, sang raja kuliner indonesia, bondan winarno mengakui kenikmatan kincung yang sanggup membius manusia…hmmmm…
ikan segar dari sungai+kincung= gulai uenak, memang betul-betul top markotop!! maknyusss tenanan pokoke. apalagi ditemani jengkol fresh from the jungle, sudah tidak bisa kami ungkapkan dengan kata-kata kenikmatan yang akan kami reguk saat makan malam nanti. inilah gambar masakan gulai ikan+kincung kami saat trip sebelumnya. sayang belum ada alat untuk merekam aroma masakan yang begitu sedap kami hirup.

lalu bagaimana dengan kameranya? tenang. mission is mission, target is target.
memastikan bahwa kamera-kamera dihandle dengan baik adalah prioritas utama kami. begitu juga dengan pelacakan+pendokumentasian terhadap temuan satwa dan ancaman dalam taman nasional ini, semuanya dilakukan sebagai prioritas utama trip kami.


manusia boleh berharap, manusia boleh bermimpi, tapi Tuhan jualah yang menentukan di akhir. bayangan akan kenikmatan santapan gulai ikan+kincung terwujud ketika banyak tanaman kincung yang berbunga. kincung yang dalam bahasa inggris disebut torch ginger ini yang digunakan sebagai bumbu masakan adalah bagian bunga yang masih kuncup. tapi kalau sudah tidak ada kuncup yang tersisa karena telah merekah menjadi bunga, bagian bunga ini masih bisa digunakan dengan mengambil bagian dalamnya saja, sedangkan kelopak bunga tidak dipakai sebagai bumbu.

ditambah lagi sungai air hitam yang jauh lebih tinggi permukaannya dibanding bulan lalu memberi hasil pancingan yang cukup bagi kami untuk a fine dinner.

saat terbangun keesokan harinya kami dikejutkan oleh air sungai yang meluap dan telah sampai di bibir tenda kami. luapan air sungai hitam menemani kami menyiapkan sarapan dan mengepak barang-barang kami. darwis, tenaga lokal yang bertugas menyiapkan sarapan saat itu terpaksa harus berpindah tempat masak 3 kali dikarenakan air sungai hitam yang kelihatannya senang menggodanya.

biasanya kami menghabiskan 2 malam di camp tapa, tapi karena air sungai meluap, kami harus berpindah ke camp berikutnya, yaitu camp kasur. jalur yang biasa kami tempuh ke camp kasur adalah melalui hutan. tapi saat banjir begini, jalur hutan sangat berbahaya karena kami tidak akan bisa melihat bagian mana yang aman untuk dipijak. salah-salah, kami bisa terjerembab ke dalam rawa. karena itulah kami memilih jalan memutar menggunakan jalan bekas logging. meskipun lebih jauh, tapi jalur ini lebih aman. kami harus extra hati-hati dalam trip ini, karena kami membawa peralatan yang begitu berharga dalam kegiatan penelitian harimau sumatra.

jalur bekas jalan logging juga telah terendam air sungai. dalamnya sampai ke pinggang kami. besar juga kan luapan sungai air hitam kali ini? tapi ada satu keuntungan yang kami peroleh. courier yang telah kami amankan dengan cover sheet untuk menjaga agar barang-barang kami tidak basah, terasa begitu ringan diayun oleh air sungai.

trip pengambilan kamera dari rute bukit apollo terlaksana dengan baik. seluruh anggota tim tetap dalam kondisi yang sehat dan stabil.
setelah break secukupnya, we’re ready to rock again!🙂

cheerio..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s