November (not) Rain

Cuaca hutan Nanjak Makmur sedang bersahabat. Tampaknya hujan sedang enggan membasahi bumi di bawahnya, meskippun begitu angin berembus sedikit kencang. Semburat-semburat senja mulai muncul saat kaki kami melangkah tiba di sebuah sungai yang ada di hutan Nanjak Makmur ini. Di tepi sungai itu kami istirahat. Tidak jauh dari tempat kami beristirahat, terdapat sebuah bekas camp. Camp tersebut terbuat dari kayu yang beratapkan plastik. Disekitar camp terdapat pohon-pohon Mahang yang rindang. Camp tersebut adalah camp yang kami buat pada bulan Juli 2008  saat melakukan pemasangan kamera. Tidak jauh dari camp inilah musibah yang menimpa Darwis itu terjadi.

Hari ini, Rabu tanggal 19 November 2008, tim akan melakukan pengambilan kamera. Tiga bulan periode survei telah berlalu. Tiga bulan kami gunakan untuk mendapatkan data-data tentang harimau Sumatra dan satwa liar lainnya di hutan Nanjak Makmur. Kegiatan pengambilan kamera ini berlangsung selama 1 minggu, mulai tanggal 19 hingga 25 November 2008. Selama melakukan kegiatan pengambilan kamera ini tim tidak mengalami kendala berarti, kondisi kamera aman, jumlah counter rata-rata di atas angka 10.

Tanggal 21 November 2008, pukul 10.45, tim menemukan tanda keberadaan Neofelis ebulosa (Macan dahan). Jejak ini berada di grid S10 dengan titik koordinat : S00 07 28.5 E101 42 40.2. Jejak ini kami dokumentasikan ke dalam plastic transparan serta difoto menggunakan kamera digital. Lokasi temuan jejak kaki Macan dahan ini tidak jauh lokasi kamera di grid S10. Selain jejak Macan dahan tim juga menemukan tanda keberadaan Helarctos malayanus (Beruang madu).

truk pengangkut kayuUntuk aktivitas manusia dihutan Nanjak makmur ini, semakin hari terlihat semakin marak saja, termasuk kegiatan pengambilan kayu secara illegal. Pada tanggal 22 November 2008 tim masih menemukan sebuah mobil Cold Diesel yang sedang bermuatan kayu olahan. Tim juga menemukan tumpukan kayu yang siap diolah. Selain itu Perambahan juga semakin menjadi-jadi, serta masyarakat yang sehari-harinya mencari kulit Resak juga semakin membludak.

alat perusak hutan

Kalau kita berjalan menelusuri hutan Nanjak Makmur ini, maka kita tidak sendirian karena kita akan berjumpa dengan orang-orang yang merambah hutan, mencari kulit resak dan para Ilegal logging ini. Kesan eksotis sebuah hutan hujan tropis yang gelap dan suara-suara satwa penghuninya mungkin sudah semakin sulit ditemui di kawasan hutan ini, berganti dengan aktivitas manusia yang semakin ramai, semakin mendominasi.

enjoy the adventure

save the tiger

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s