menembus sumbar, mencari si belang [bagian 1]

Januari adalah awal pembuka pada pergantian tahun 2008 menuju 2009.Setelah satu bulan lamanya berlibur panjang,kini tibalah saat nya tim untuk memulai segala sesuatu kegiatan dan tanggung jawab yang belum terselesaikan.

 

Sebelum Melakukan perjalanan atau melakukan penjelajahan,terlebih dahulu kita harus mempersiapkan segala sesuatu nya.mulai dari obat-obatan,peralatan penjelajahan,peralatan camping,logistic,perlengkapan pribadi dan mental.setelah segala sesuatu telah selesai,barulah kita bisa memulai kegiatan.

 

Lokasi yang terpilih untuk sekarang adalah Bukit Rimbang Bukit Baling.13 Januari 2009,kami pun berangkat menuju sumbar dengan mengendarai 2 unit mobil Ranger yang di handel oleh Rony dan Hery.Setelah 5 jam lamanya diperjalanan,tim akhir nya tiba di Sumbar.

 

Setelah tiba di Sumbar,tim mendapat tawaran yang sangat menarik dari Driver Roni untuk bermalam dirumah Orang tuanya dengan iming-iming besok akan membakar ikan,kami pun akhirnya menerima tawaran tersebut.Tapi naas,baru sebentar Rony keluar dari gerbang rumahnya untuk mengantar sang istripulang kerumah orangtua nya, buaaaar,tabrakan mautpun terjadi.

 

Dari arah yang berlawanan,Mobil ranger yang dikendarai Rony diserempet oleh anak muda yang baru saja pulang latihan silat,,seketika kamipun berhamburan menghampiri tempat kejadian dan melihat korban yang telah tergeletak di parit.Dengan sedikit bekal dari pelatihan SAR 2007 lalu,kami pun segera mengefakuasi korban dan segera kami naikkan keatas mobil untuk dibawa kerumah sakit terdekat.

 

Setelah sampai dirumah sakit,korban langsung diserahkan kepada pihak rumah sakit untuk segera diperiksa.Dengan perasaan cemas,terlebih rony actor utama pada kejadian ini merasa sangat cemas dengan keadaan sikorban.Yang paling menegangkan lagi disaat kami bertemu dengan orang tua korban yang tidak lain adalah Anggota TNI.

 

Setelah berbincang-bincang dengan orang tua korban,keputusan pun akhirnya terlontar dari mereka.Mereka meminta pertanggung jawaban untuk membayar semuanya baik biaya perawatan sikorban dan sepeda motor nya.Sesaat suasana yang tadi nya hening kini berubah menjadi tegang karena penolakan kami.

Dengan nada keras,orang tua si korbanpun membentak kami dengan kata-kata yang sangat tidak enak didengar dan kami pun digiring ke kantor koramil untuk dimintai keterangan. Setelah sekian lama berdebat dan mendengar semua cerita dari si orang tua korban,ternyata dia pernah mengalami hal yang sama pada anak nya yang sulung. Dia merasa kecewa karena tidak ada sama sekali pertanggung jawaban dari mereka.Akhirnya kami pun mengerti mengapa si bapak tadi begitu berkeras agar kami bertanggung jawab dan kami diminta untuk selalu melihat perkembangan sikorban sampai esok pagi dan membawa sepeda motor nya kebengkel. Setelah semuanya selesai dan mengiakan semuanya,kami pun kembali pulang menuju kerumah rony untuk istirahat.

 

Pagi yang cerah serta didampingi dengan udara yang dingin, telah menanti kami agar segera beranjak dari tempat tidur.sementara sang mentari masih terlihat malu-malu menunjukkan keperkasaan nya untuk menerangi dunia.Setelah semua tim telah selesai mandi,sarapan,beberapa orangpun akhirnya diutus untuk menemui si orang tua korban.karena tempat nya tidak begitu jauh,kami pun dengan mudah untuk menjumpai sibapak.

 

Dengan tidak banyak basa-basi,kami pun langsung berangkat menuju bengkel untuk memperbaiki sepeda motor si korban.Selama diperjalanan kami selalu bertanya-tanya tentang kondisi sikorban.menurut pangakuan si bapak,anak nya sudah mulai masuk sekolah dan tidak merasa ada yang janggal..Berangsur-angsur permasalahan pun sudah berkurang dan kami sudah bisa bernafas dengan legah.

 

Hari mulai berganti siang.Matahari yang tadi nya malu untuk menampakkan wujutnya,kini mulai menunjukkan keperkasaan nya dan mulai menyinari dunia.

Saat yang dinanti pun telah tiba.apa yang diiming2i roni akhirnya terbukti.Sesaat kami melihat ikan gurami bakar yang telah terhidang dimeja makan.tanpa melihat kiri-kanan,satu-persatu kami mulai melahap santapan makan siang yang kelihatan begitu lezat.

 

Untuk menghilangkan rasa jenuh dan legah karena masalah telah selesai,kamipun sepakat untuk melihat-lihat pemandangan disekitar.Perlahan-demi perlahan perasaan jenuh pun hilang dikala kami melihat pemandangan yang sangat indah dan bunyi riak air yang mengalir bagai tanpa beban untuk menuju telaga nya.

 

Sore hari pun telah tiba,sang mentaripun perlahan-lahan mulai bersembunyi disela-sela awan hitam yang tak lama lagi akan berganti malam.Kamipun akhirnya memutuskan untuk segera kembali pulang.Setibanya dirumah Rony,kami pun segera berkemas-kemas untuk pindah kerumah mertua Rony karna dari situlah akses paling dekat untuk menuju lokasi.

 

Udara yang dingin serta diselingi hujan rintik-rintik telah membangunkan kami dari tidur.15 januari 2009,kami pun mulai menuju lokasi yang masuk dari Desa Sungai Ipuh yang di handle oleh Fendy(leader 01),Agung(leader02),Julius(team member),Si Al (team Member).

 

Setelah sampai di Desa Sungai Ipuh,kami pun langsung menemui kepala JORONG nya (Kadus) untuk meminta izin.Setelah bertemu kepala JORONG(kadus),tim pun menjelaskan maksud dan tujuan kami yaitu untuk melakukan survey penelitian Satwa.

Apa yang terjadi?ternyata tidak semudah yang kami bayangkan.Kepala jorong nya pun menanya identitas, karna sebelum nya kami mengaku kalau kami dari LIPI,dan dia juga meminta surat izin dari pemerintah setempat untuk melakukan penelitian.Setelah tim menunjuk kan surat izin yang dikeluarkan oleh BKSDA,kepala jorong nya pun keberatan karena yang terlampir disana adalah izin survey di Riau.Dengan tegas pun dia tidak mengizinkan tim untuk masuk melakukan Survey dari desa mereka,kecuali tim telah mengantongi surat izin yang dikeluarkan dari pihak Kehutanan Sumbar.

 

Karna kehadiran kami telah ditolak,kami membuat skenariodan memutuskan untuk mundur dengan alasan kami akan terlebih dahulu meminta izin.matahari telah tinggi tepat diatas kepala.tim memutuskan untuk istirahat makan siang.Sambil menikmati makan siang,dan sambil berdiskusi kecil,tim memutuskan untuk masuk dari desa Mangunai Tinggi yang sebelumnya lokasi ini akan di handle oleh Zul.

 

Setelah selesai makan siang,tim langsung meluncur menuju lokasi yang masuk dari Mangunai Tinggi.Sesampai nya disana,tim pun menjadi bahan tontonan oleh masyarakat apakah mereka heran atau apa,kami tidak tau.Karena suasana ramai,kepala Jorong nya pun keluar seolah-olah ingin melihat juga apa yang terjadi.Tanpa basa-basi dia pun menanyakan kami dari mana,maksud tujuan kami dan juga menanyakan apakah kami telah meminta izin dari Pak Wali nya.kami pun menjawab…belum,kepala jorong nya pun menyuruh kami menemui Wali nya.

 

Sesampainya dirumah Pak Wali,kami disambut dengan sangat ramah.kami langsung menjelaskan maksud tujuan kami yaitu ingin melakukan expedisi bebas dari Mapala.Kebetulan walinya Alumni dari UIR,sopasti dia sedikit banyak nya mengerti tentang penjelajahan alam liar.Ternyata harapan kami terkabul kan karna kami telah diberi izin untuk melakukan expedisi. kamipun langsung berpamitan…

 

 

 

 

 

 

 

 

2 thoughts on “menembus sumbar, mencari si belang [bagian 1]

  1. ikan bakar, tabrakan maut, ijin masuk kawasan.., dan itu masih belum masuk ke lokasi inti.. benar2 petualangan!
    surat ijin musti kita cek dan siapkan dengan baik.

  2. Sungguh perjuangan yang berat “menembus” ketatnya para elit birokrat di Indonesia. Tidak hanya “mengejar” perluasan TNTN, namun juga mengejar jejak harimau saja susah. Sudah sepantasnya mereka mendapatkan “reward” yang layak. Tidak melulu pada elit birokrat kantor kita saja yang bisa mendapatkannya. Semoga mereka tidak hanya menunggu untuk jamuan makan dari para tamu elit saja. Kuharap sang bos bisa “mensejahterakan” mereka, amin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s