HUTAN NANJAK MAKMUR: BASAH…… BASAH…… BASAH…!!! (baca dengan goyang dangdut mode)

( Kisah perjalanan Tim Riset Harimau Sumatera dalam melakukan pengecekkan kamera traping / kamera penguntit Si Raja Rimba ) by: Koes

 

Sebuah mobil Rocky BM 1176 TQ melaju kencang dari arah kota Taluk kuantan menuju arah KM 82 ( Koridor RAPP ). Mobil yang dikendarai oleh driver Erizal memasuki kawasan hutan Nanjak makmur hingga tiba di bibir sungai Segati.

Begitu berhenti, empat orang lelaki turun dari mobil warna abu-abu tersebut.

Siapakah empat lelaki tersebut ?

Dia adalah Kusdianto, Eka saptayuda, Ramli, dan Cik aman ( Anggota tim riset ), yang akan melakukan kegiatan pengecekkan kamera trap di kawasan hutan nanjak makmur ini.

Dimana kamera pengintai ini atau lebih dikenal dengan kamera trap dipasang pada bulan Oktober – November 2008 yang lalu, dan telah dilakukan pengecekkan pertama pada bulan November – Desember 2008 kemaren.

Ini kali kedua dilakukan pengecekkan terhadap kamera tersebut.

Track menuju lokasi kamera tersebut telah banyak ditumbuhi tumbuhan pakis resam, padahal pada pemasangan dan pengecekkan pertama telah dilakukan pembersihan, namun saat ini tumbuhan tersebut kembali tumbuh dengan subur dan padat serta tinggi-tinggi, sehingga tim harus merintis kembali. Setibanya dilokasi kamera, tim melakukan pengecekkan, ternyata film telah tergulung sendiri kemungkinan filmnya habis. Disekitar lokasi kamera tim menemukan tanda-tanda beruang, babi, tapir, dan kucing hutan (print). Selesai pengecekkan, tim segera melakukan pergantian film dan bateray baru untuk sample yang ke tiga.

 

Sebelum sore tim telah tiba di camp, terlihat diupuk barat matahari telah kembali keperaduannya.

Siang telah berganti malam, namun cahaya bulan tidak kelihatan karena tertutup oleh awan yang hitam, sepertinya malam ini akan turun hujan. Malam ini terasa sunyi sekali tanpa sinar rembulan, hanya cahaya lilin yang menerangi.

Selesai makan malam, aku segera minum obat setelah itu tidur. Badanku terasa capek dan kakiku terasa pegal-pegal, mungkin karena perjalanan tadi siang. Hanya beberapa menit kemudian setelah minum obat aku telah tertidur pulas.

 

Dan di kesenyapan yang dijaga malam itu, tiba-tiba aku tersentak ketika aku mendengar suara petir dan angin kencang.

 

Lalu kemudian…….

 

Srrrrrrrr………….!!! Hujanpun turun disertai angin kencang dan suara petir.

Segera aku bangunkan teman-temanku, Eka, Ramli dan Cik aman. Karena huajnnya deras disertai angin kencang membuat peralatan dan makanan kami basah terkena air hujan, bergegas mereka membantuku membereskan peralatan dan makanan yang terkena air hujan tersebut. Setelah semuanya aman, kami kembali tidur.

 

Pagi baru saja menjelang, kicauan burung terdengar begitu merdu dengan kicauan yang saling berganti. Sinar mentari menjadi hiasan pagi yang terus terjadi. Disaat bangun pagi kami lihat air sungai segati meluap, Banjir………!!!


Seperti biasa selesai sarapan pagi, tim bersiap-siap untuk meninggalkan lokasi camp untuk melakukan pengecekkan kamera trap berikutnya. Setelah peralatan dan perlengkapan selesai di pecking, tim pun bergerak meninggalkan camp.

 

Tapi nanti dulu……………

 

Untuk menyeberangi sungai yang banjir ini tim harus membuat titian terlebih dulu, agar bisa sampai keseberang sana. Segera kami buat titian dari pohon-pohon Mahang yang terdapat disekitar camp, setelah selesai barulah kami menyeberangi sugai tersebut.

Perlu hati-hati, karena titiannya licin.

Cihuyyyy…………!!! Akhirnya tim berhasil menyeberangi sungai ini.

 

Setelah berhasil menyeberangi sungai, tim pun melanjutkan perjalanan.

Cuaca hari ini tidak bersahabat, dilangit terlihat mendung sepertinya akan turun hujan lagi. Namun kami telah mempersiapkan segala sesuatunya, bila hujan datang lagi.

 

Didepan terlihat jalan begitu bagus tiada tumbuhan pakis resam yang menghalangi, walaupun demikian , badan juga terasa capek dan letih karena terdapat banyak tanjakkan.

Dan sekitar 500 meter dari lokasi kamera tim menemukan tanda keberadaan gajah liar yang masih baru, jangan-jangan gajah-gajah tersebut mengganggu kamera lagi, seperti pada bulan desember 2008 yang lalu, dimana kamera ini dihancurkan oleh sekumpulan gajah liar yang melintasi kamera, selain itu patok atau pancang yang digunakan untuk mengikat kamera dibuang kedalam semak-semak.

Setibanya tim dilokasi kamera……….., ternyata gajah-gajah liar tersebut tidak mengganggu kamera kami.

 

Lega rasanya…………..!!!

Ditambahkan lagi , rasa letih dan capek terobati oleh banyak hasil jempretan yang didapat.

 

Usai dilakukan pengecekkan, kami segera melakukan pergantian film dan bateray baru untuk sample yang ketiga. Dan melanjutkan perjalanan menuju lokasi camp labi-labi yang terdapat dibibir sungai Segati kiri.

Sedangkan langit masih telihat mendung membuat hari tampak tua.

 

Hanya dalam beberapa menit tim meninggalkan lokasi kamera,

Tiba-tiba……………..

Srrrrrrrrrr…………….!!! Hujan kembali turun

Bergegas tim membuka tenda untuk berteduh dan istirahat.

Sungguh cuaca hari ini tidak bersahabat, lama kami istirahat menunggu hujannya reda. Namun tidak ada tanda-tanda hujan ini akan berhenti. Sementara itu matahari sore makin bergeser ke barat.

Namun hujannya tidak juga reda, maka tim terpaksa harus melanjutkan perjalanan ini walaupun kondisi masih hujan.

Tentunya semua peralatan telah dipacking dengan baik, agar tidak terkena air hujan. Setelah semuanya aman, maka tim segera melanjutkan perjalanan, hingga akhirnya kami tiba dibibir sungai Segati kiri.

 

Duh…………………!!! Sungainya juga banjir.meniti kayu, menyebrangi sungai

Sungai ini lebih besar dari sungai yang pertama, tim terpaksa harus mencari tempat untuk bisa menyeberangi sungai ini agar sampai diseberang sana.

 

Setelah lama mencari-cari akhirnya tim menemukan sebuah pohon besar yang tumbang dan membelah sungai tersebut, maka dengan mudah tim menyeberangi sungai ini.

Saat senja benar-benar turun dan kegelapan hampir menutupi jagat raya, tim pun tiba di camp labi-labi.

Malam mulai menjelang. Didalam radio terdengar Adzan magrib berkumandang menyentuh bumi, malam beranjak semakin larut. Keadaan mulai terasa sunyi, hanya suara jengkrik yang sesekali terdengar ditelinga dan mata ini sudah terasa berat, segera tubuh ini direbahkan diatas susunan kayu yang beralaskan terpal dan matrasketika sungai berbanjiran.

Kini matahari telah terbit dari arah timur dan menyepuh pepohonan dengan rona keemasan, suara burung terdengar begitu merdu. Dan udara hutan terasa dingin karena sudah tiga hari ini hutan selalu dibasahi oleh air hujan.

 

Musim penghujan seperti ini, kita harus waspada karena kita bisa terserang flu, dengan mudah gejalahnya yang tidak enak, seperti demam, hidung tersumbat, dan sakit kepala pasti mengganggu kegiatan sehari-hari, pekerjaanpun terbengkalai.

 

Nah…, untuk menghindari semua ini tim telah mempersiapkan obat-obatan, salah satunya obat malaria dan obat flu.

 

Ada obat yang alami untuk menghindari flu, salah satunya adalah Bawang putih. Bumbu dapur yang satu ini memang penuh khasiat. Bawang putih ( Allium sativum ) mengandung beberapa senyawa berkhasiat anti bakteri termasuk allicia yang merupakan salah satu antibiotika spectrum luas yang kuat.

Bawang putih telah terbukti dapat membunuh virus influenza dan mempunyai efek meningkatkan sistem imun, sehingga sangat efektif dalam melawan virus influenza.

 

Kembali ke hutan yang selalu dibasahi oleh air hujan. Selesai sarapan pagi, tim bergerak menuju lokasi kamera berikutnya untuk dilakukan pengecekkan dan melihat banyaknya hasil jempretan yang didapat. Sesampai dilokasi kamera, tim langsung melakukan pengecekkan. Rasa letih dan lelah dapat terobati oleh banyaknya hasil jempretan

yang didapat.

 

Seminggu sudah tim melakukan perjuangan untuk melakukan pengecekkan kamera, dan hampir setiap hari kondisi hutan selalu basah disiram air hujan.

 

diantar pohon-pohon yang menjulangSekarang tinggal satu lokasi lagi yang tersisa, yaitu pada grid N11, kamera ini dipasang parallel.

Saat dilakukan pengecekkan, kamera ini tidak aktif lagi, kemungkinan baterainya habis. Dan jumlah counter menunjukan angka Nol. Tapi setelah dilakukan pengecekkan ulang, ternyata poketnya yang bermasalah. Akhirnya kamera ini diganti dengan kamera cadangan.

 

Dan sekarang kamera yang terpasang dihutan nanjak makmur berjumlah 18 buah, yang terdapat pada 10 titik sample. Serta dua dari 10 titik sample tersebut dipasang tidak berpasangan, dan satu dipasang parallel.

 

Dalam penjelajahan melakukan pengecekkan kamera trap ini, tim tidak menemukan keberadaan Harimau Sumatera ( phantera tigris sumatrae ).

Dan untuk keberadaan satwa lain, tim menemukan beberapa jenis satwa diantaranya :

Elephas maximus, Tapirus indicus, Helarctos malayanus, Sus scropa, Muntiacus muntjak, dan ada juga Felis bengalensis ( Print).

Selain itu, tim juga menemukan beberapa jenis buah-buahan seperti :

Cempedak hutan, dan ada juga Durian hutan.

 

Kamera trap ini akan dilakukan pencabutan pada bulan pebruari 2009 ini, namun tim belum mendapatkan individu baru. “ Kusdianto.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s