camping di sawit

niatnya ingin kembali merasakan camping di dalam hutan tropis, dengan sungai dan ikan segarnya yang akan menjadi lauk lezat di malam hari, dan suara nyanyian owa (ungko) dan burung-burung yang menyambut pagi. namun apa daya, serangan kelapa sawit yang tanpa ampun membuat angan-angan itu musnah sudah.

kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) adalah tanaman yang aslinya berasal dari Afrika Barat (Sierra Leone, Liberia, Pantai Gading, Ghana, Kamerun, Republik Kongo dan Zaire) (Hartley, 1988). Pertama kali dikenalkan ke Indonesia sekitar tahun 1848 dan hanya ditanam di Kebun Raya Bogor, kini menjadi primadona sektor agrikultur. hutan tropis yang mengandung kekayaan hayati tak terkira menjadi korban utama dari ekpansi tanaman ini. dan Indonesia, demi memuaskan hasrat menjadi negara pengekspor CPO (Crude Palm Oil-produk utama tanaman kelapa sawit) nomor satu di dunia sepertinya rela melakukan apa saja demi memperoleh predikat ini.

sejauh mata memandang hanya sawitsaya dan tim sedang melakukan survey akses di sekitar kawasan hutan lindung bukit betabuh dan hutan lindung bukit sosa. kawasan ini yang akan kami survei okupansi untuk mengetahui apakah kawasan ini masih digunakan oleh satwa untuk melintas/mencari makan sehingga diperoleh bukti yang cukup untuk mendorong advokasi kawasan ini menjadi koridor antara Suaka Margasatwa Rimbang Baling dan Taman Nasional Bukit Tigaphutan yang hilanguluh.

dengan ranger hijau, kami coba mencari akses terdekat masuk kawasan kedua hutan lindung tersebut. peninggalan bekas konsesi PT IFA telah banyak yang dirambah. masyarakat mengambil kayu dari pohon-pohon terakhir sebelum membakar dan membersihkan sejumlah lahan untuk ditanami tanaman kelapa sawit dan getah (karet). kawasan hutan sekitar konsesi perkebunan Tri Bakti Sarimas (TBS) juga sudah berubah rupa; yang empat tahun sebelumnya masih berwujud hutannya yang tampak hijau kini telah menjadi gersang, bahkan ditumbuhi ilalang.

miris rasanya melihat perubahan ini.

kami tiba di ujung jalan yang masih bisa dilewati oleh mobil. 50 meter di depan kami tampak sebuah truk kuning. tiga orang laki-laki dan seorang perempuan paruh baya menurunkan bibit-bibit tanaman karet dari truk. bibit-bibit tersebut lalu dipindahkan ke keranjang yang terpasang pada sebuah sepeda motor berwarna merah.

“jalannya cuma bisa untuk motor, jadi ya begini caranya buat ngantar bibitnya ke atas” terang si bapak pengendara motor saat kutanya mau diapakan bibit tanaman karetnya.

“berarti di atas masih ada ladang, pak?” tanyaku lagi

“oh iya. ini bibit-bibitnya mau langsung ditanam disana” terang si bapak lagi.

saya menelan ludah. terasa pahit dikerongkongan. kami seharian menelusuri jalan sarad ini ternyata hanya untuk menemukan ladang-ladang masyarakat telah jauh masuk daerah yang mungkin beberapa tahun lalu adalah jantung rimba.

setelahnya, kami berputar-berputar mencari akses yang memungkinkan untuk masuk ke hutan dengan ranger kami. targetnya jelas, mendapat tempat camping untuk malam itu.

dua jam lamanya kami berputar, mengandalkan gps dan peta, dan dipusingkan oleh banyaknya persimpangan jalan perkebunan. tidak kami temukan juga lokasi ideal untuk camping. terpaksalah malam itu kami tidur di tengah-tengah perkebunan sawit. yang kami syukuri karena masih bisa camping di tepi sungai, meski kami sadari suara dari truk-truk sawit yang melintas di jembatan yang tak jauh dari tempat kami mendirikan tenda akan menemani kami sepanjang malam.

our tents in pathetic oil palm

camping is so much fun. tapi camping di tengah-tengah tanaman sawit? semoga ini menjadi pengalaman yang pertama sekaligus yang terakhir bagi saya.

pleaseee… saya datang ke sumatra untuk melihat hutannya, bukan rimbunan sawit..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s