Kehidupan satwa yang berada diantara puing-puing reruntuhan pepohonan akibat ulah manusia di koridor biologi

Hamparan bukaan lahan yang begitu luas sepertinya telah membuat manusia lupa dan seolah-olah tidak perduli lagi dengan kehidupan yang lain yang berada disekitarnya.

Tahun 2005 team riset pernah menjelajah koridor biologi TBS untuk melakukan penelitian Harimau dengan memasang Kamera pengintai.Selama setengah tahun riset menjelajah kawasan tersebut.Walaupun kegiatan Illegal logging pada saat itu sedang marak-maraknya,keadaan hutan masih kelihatan rapi,jejak satwa juga bertebaran dimana-mana seperti jejak anak ayam bahkan hampir sepanjang jalan.

April 2008 dimana lokasi ini kembali mulai dimasuki lagi oleh team riset untuk melakukan penelitian satwa dengan metode Survey Occupanci.Saya terkejut begitu melihat perubahan lokasi yang akan saya survey.Grid-demi grid mulai dimasuki team,cuaca yang panas mulai membuat kami meneteskan keringat dengan begitu deras nya hingga membasahi baju seperti orang yang baru serlesai mandi.

Jalur-jalur yang dulunya dipakai untuk tempat pemasangan CT kini telah berubah menjadi jalan poros yang digunakan perambah dan pemburu setiap harinya.Setiap masyarakat yang membuka lahan disana tidaklah tanggung-tanggung,mereka membuka lahan sudah sangat melampaui batas.Mayarakat yang membuka lahan disana menggarap lahan kurang lebih 20Ha perkeluarga.hutan yang dulunya bagus kini telah disulap menjadi perkebunan sawit.

Kebanyakan mereka yang bermukim disana adalah pendatang dari Jambi,Medan dan jawa.Mereka mendapatkan lahan ini atas persetujuan dari kepala desa juga dari tetuah mayarakat atau yang lebih akrap dengan sebutan kepala jorong.Mereka berani ambil resiko mengambil lahan tersebut tanpa status hukum yang jelas.Sebagian besar ada yang betul-betul memanfaatkan lahan yang sudah mereka buka,sebahagian ada juga yang hanya membuka lalu meninggalkan lahan nya begitu saja tanpa ada yang ditanami.

Lahan yang sudah dibuka ini akan mereka jual kepada orang lain.Ini adalah salah satu strategi mereka untuk menarik perhatian sang mpembeli.Alhasil merekapun akan mendapatkan keuntungan yang banyak dari lahan yang telah mereka buka.Sebelum dibuka,lahan ini dibeli dengan harga 2 juta per 1 pancang atau 2Ha.Dan setelah lahan sudah dibuka,mereka bisa jual dengan harga 5s/d 6 juta per pancangnya.

Ancaman yang paling berat bagi satwa adalah pembukaan lahan. Hamparan bukaan lahan yang begitu luas sepertinya telah membuat manusia lupa dan seolah-olah tidak perduli lagi dengan kehidupan yang lain yang berada disekitarnya.Dan sepertinya tidak akan lama lagi yang dulunya hutan akan segera berubah menjadi hamparan perkebunan Kelapa Sawit.Selain bukaan lahan atau perambah,ancaman yang lain adalah perburuan satwa.Cenderung yang banyak masuk kesana melakukan perburuan adalah masyarakat dari desa Pangkalan Lubuk Jambi.

Menurut keterangan dari salah satu masyarakat disana hampir setiap harinya mereka masuk untuk berburu bahkan mereka  jarang pulang dengan tangan kosong.Adapun target target utama mereka adalah Rusa dan Kijang, Alat yang mereka gunakan adalah Gobok, senjata ini sangat mirip seperti senjata  laras panjang yang sering dikunakan oleh Aparat Kepolisian.senjata ini memang sudah banyak beredar dan memang sengaja dirakit untuk berburu  Setiap tembakan yang dikeluarkan Gobok ini dapat melumpuhkan target dalam waktu yang sangat cepat.

Bukan hanya itu saja,para pemburu ini juga selalu membawa alat pemikat untuk memancing satwa. Alat pemikat itu mereka buat dengan menggunakan tanduk kerbau yang diukir mirip seperti terompet.Apabila alat ini ditiup,dia akan mengeluarkan bunyi yang sangat mirip sekali dengan suara Kijang.Metode yang mereka gunakan adalah dengan memanjat pohon lebih kurang 10m dan sambil meniupkan terompet yang selalu ditiupkan berulang-ulang.Daging yang sudah mereka dapat akan dijual kepada masyarakat dengan harga 40.000 per Kg nya.

Akibat ulah mereka yang sepertinya tidak tau menau dengan kehidupan satwa,mereka tidak berpikir jauh betapa penting nya hutan,air dan satwa yang berada disekitar. Bunyi Cain Saw dan letusan senjata gobok membuat satwa yang dulunya tinggal disana  telah berpergian dan entah kemana.Apakah mereka masih punya tempat tinggal yang layak agar bisa berkembang biak?????

One thought on “Kehidupan satwa yang berada diantara puing-puing reruntuhan pepohonan akibat ulah manusia di koridor biologi

  1. semoga kegiatan pengrusakan bisa dihentikan segera. ada baiknya mungkin teman-teman buat laporan singkat apa yang dilihat di lapangan untuk pihak berwajib yang bisa menangani hal ini. semoga tidak menjalar lebih luas di tempat-tempat lain. pedih rasanya melihat tempat-tempat yang dulu hutan nan rindang, kini lenyap satu demi satu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s