Duma Logastra – Anak Harimau di Koridor Rimbang Baling-Bukit Tigapuluh

Siang itu amat terik. Udara terasa panas. Anginpun sepertinya enggan untuk bertiup. Namun, kami tetap bersemangat dan dengan sigap berjalan mengikuti jalan bekas logging. Tim yang terdiri dari Kusdianto (aku sendiri), Fendy, Egy, dan Agung. Sedangkan tim yang lain melakukan pengecekkan kamera didaerah Kasang Lubuk jambi. Diantaranya Zulfahmi, Karmila, Harry, dan Leo.

Kami meninggalkan mobil Ranger yang baru saja membawa kami dari sungai Singingi di Desa Pangkalan Indarung, sebuah desa yang terdapat di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing )- Riau.

Melangkah pasti, kami berjalan menuju lokasi kamera yang dipasang pada bulan Juli kemarin. Kamera Intai yang dipasang untuk mengetahui keberadaan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae ) dan satwa lainnya.

Dengan sensor inframerah, kamera intai dapat memotret satwa yang melintas dihadapannya secara otomatis.

Tempat itu berjarak 500 meter dari mobil Ranger diparkirkan, tepatnya dipinggir kebun sawit masyarakat logas.

Langkah kami tiba-tiba terhenti dan mata kami menatap pada sebuah tonggak, dimana kamera intai dipasang. Terlihat kamera intai tidak ada pada tonggak tersebut. Dalam pikiran kami, kamera intai telah hilang dicuri. Pelan-pelan kami mendekati tonggak tersebut.

“ kameranya masih ada……..! ujarku setengah berteriak sambil menghela napas panjang. Lega. Kamera intai tersebut ternyata jatuh dari tonggaknya dan tertutup oleh tumbuhan pakis resam.

Kemudian, aku segera mengambil kamera tersebut. Terlihat ada bekas gigitan pada kamera tersebut. Namun belum pasti satwa apa yang menggigitnya. Untuk membuktikannya aku mengambil memori card nya dan melihatnya pada kamera saku digital yang selalu kami bawa.

Alangkah senangnya hati kami, ternyata yang menggigit kamera ini adalah seekor anak harimau betina dan induknya.

Mantappppp………!!! Teriak kami dengan semangat. Kita mendapatkan gambar seekor harimau betina dan anaknya.

Itu adalah pertama kali, dimana tim riset harimau sumatera mendapatkan gambar anak harimau yang selama ini selalu didamba-dambakan dan lokasi pertama dimana kamera Bushnell dan Moultrie dipasang, kamera yang masih dalam tahap uji coba.

Tiger mom and her cub

Sumatran tiger mom and her cub

Ini suatu kebanggaan bagi kami, mendapatkan anak harimau beserta induknya dalam satu gambar. Kamera intai yang dipasang di daerah Logas utara,  Kuansing- Riau.

Secara spontan, Egy salah satu anggota tim memberi nama anak harimau tersebut yaitu Duma Logastra yang berarti seekor anak harimau di daerah logas utara.

One cute tiger cub - Duma Logastra

Terik matahari siang itu yang  terasa membakar kulit, seakan-akan tidak dihiraukan lagi. Karena semangatnya melihat hasil kamera. Dimana kamera yang masih dalam tahap uji coba ini telah berhasil menjempret seekor anak harimau beserta induknya.

Semangat tim berlanjut pada tempat-tempat berikutnya. Dari 6 ( enam ) lokasi kamera yang dipasang pada koridor Rimbang baling – TNBT, 4 ( empat ) diantaranya mendapatkan gambar harimau. Kelelahan melakukan pengecekan kamera terbayar sudah.

Ada tiga jenis kamera trap yang dipasang pada koridor Rimbang baling – TNBT, yaitu : Deercam , Moultrie , dan Bushnell. Sedangkan kamera Reconyx dipasang di Taman Nasional Tesso Nilo ( TNTN ).

Kamera Deercam telah lama digunakan untuk mengetahui keberadaan harimau sumatera dan satwa lainnya. Semenjak tahun 2005 hingga tahun 2009 (sekarang). Pada tahun 2005, kamera Deercam terdapat sebanyak 130 unit yang sengaja didatangkan dari Negara Amerika. Namun sekarang kamera deercam hanya tersisa beberapa unit lagi, karena banyak yang hilang dan rusak.

Sedangkan kamera Moultrie, Bushnell, dan Reconyx adalah kamera intai jenis digital yang kami uji coba. Ketiga kamera ini menggunakan memori card sebagai tempat penyimpanan gambar.

Dikoridor Rimbang baling – TNBT dipasang 7 (tujuh) titik sample kamera pengintai.

–          Satu titik di daerah Sungai Singingi  (Kuansing). Kamera yang dipasang jenis Bushnell dan Moultrie. Dilokasi ini kamera Bussnel berhasil mendapatkan gambar harimau.

–          Dua titik di daerah Logas Utara  ( Kuansing ). Kamera yang dipasang jenis Deercam, Bushnell dan Moultrie. Ketiga kamera ini berhasil mendapatkan gambar harimau.

–          Satu titik di daerah Kasang Lubuk Jambi  (Kuansing). Kamera yang dipasang jenis Bushnell dan Moultrie. Belum berhasil mendapatkan gambar harimau dari kedua kamera di daerah ini.

–          Tiga titik di daerah bekas konsesi PT. IFA  di Kabupaten Indragiri Hulu. Satu titik diantaranya mendapatkan gambar harimau yaitu di lokasi Anak Talang, kelompok masyarakat asli . Jenis kamera yang dipasang adalah jenis Bushnell.

Sedangkan satu titik lagi dipasang di Taman Nasinal Tesso Nilo, yaitu jenis kamera Reconyx.

Kembali ke Duma Logastra, anak harimau di Logas. Sekarang bagaimana kita memantau perkembangannya dan menyelamatkannya dari berbagai ancaman. Salah satu ancamannya adalah pembukaan lahan yang mengakibatkan habitatnya hilang, serta ancaman dari para pemburu.

Di lapangan tim menemukan beberapa aktivitas masyarakat yang melakukan pembukaan lahan. Di Logas contohnya, dilokasi kamera tim menemukan patokan-patokan lahan yang dibuat oleh masyarakat setempat. Sepertinya lahan ini akan dibuka dan dijadikan lahan perkebunan. Maraknya masyarakat yang melakukan pembukaan lahan dikawasan koridor Bukit Rimbang baling – TNBT, menjadi ancaman terbesar bagi perkembangan anak harimau tersebut.

Haruskah kita membiarkan semua ini terjadi dan menunggunya sampai kritis  ???..

-Kus

One thought on “Duma Logastra – Anak Harimau di Koridor Rimbang Baling-Bukit Tigapuluh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s