Perambahan…..oh Perambahan!!!!!!!

*Fendy*

Makin tambah tahun,makin tambah perambahan dan perusakan hutan..Januari 2010 lalu,tim masuk kembali untuk melakukan pengecekan Video trap dan kamera trap..Dari beberapa lokasi dimasuki oleh tim pada tahun 2009 lalu masih terlihat bebrapa kayu besar disepanjang jalan  menuju kamera,bahkan resam tumbuh dengan suburnya dimana-mana yang membuat tim sempat juga kewalahan dan mengeluarkan keringat yang begitu banyak untuk membuka jalur.

Sebuah temuan yang sangat tidak enak sekali dipandang oleh mata..perubahan-demi perubahan begitu cepat berjalan seiring dengan waktu.

Foto1:Bukaan lahan disepanjang jalur kamera

Sebelum sampai dititik kamera juga sudah terlihat perubahan dari lokasi pemasangan dimana jejak kaki manusia sepertinya telah terbiasa hilir mudik dari lokasi itu. betapa kagetnya team saat sampai dititik pemasangan kamera trap ini telah porak-poranda seperti terkena angina putting beliung yang sangat kencang sekali.

Didahan kayu, terlihat ada sebuah kayu kecil tergantung yang telah diukir dengan parang dan diikat dengan menggunakan tali kamera ..Dikayu tipis yang telah diukir ini terlihat ada tulisan dengan menggunakan cat berwarna biru muda…”””Mohon Doa Restu””” dan”””Hormat Ketua Kami””’ Itulah tulisan yang terdapat dikayu  tersebut…

Foto2:Tulisan Mohon Doa Restu

Hanya sebulan saja lokasi ini ditinggalkan untuk pengecekan ,telah terlihat perubahan yang sangat drastis. Untuk daerah TBS,Ex PT.IFA, khususnya dilokasi yang dikenal dengan sebutan  Camp agas kini terlihat sangat berubah..Kamera dilokasi ini terpaksa harus dicabut karena adanya ancaman  rencana perambahan  hutan yang cukup luas yang nantinya akan dijadikan perkebunan Kelapa sawit.

Sangat disayangkan sekali,lokasi kamera ini sangat dominant sekali untuk mendapatkan gambar harimau karna jalur ini merupakan lintasan nya..SelainHarimau,ada beberapa satwa lain juga yang terdapat dilokasi tersebut,seperti Kijang   ( Muntiacus Muntjak ),Napu ( Tragulus Napu ),Beruang ( Helarctos Malayanus ),Tapir (Tapirus Indicus ),Babi Hutan (Sus Scrofa ) Dan beberapa satwa kecil lainnya.

Dari temuan yang terdapat dilokasi kamera ini,kita bisa melihat betapa pentingnya hutan untuk kelangsungan hidup satwa yang berada disekitarnya.

Dilokasi tempat pemasangan kamera ini terlihat jelas banyak sekali pancang atau patok tanah yang telah diberi nama dan ukuran lahan yang akan dibuka bahkan ada juga yang memanfaatkan pohon untuk membuat tulisan..Dari beberapa pancang yang tertancap dengan sangat kokoh,disana juga tertera ukuran yang cukup luas,mulai dari ukuran 1000x 2000 sampai 2000×2000 m2 yang akan  direncanakan dibuka disepanjang kiri-kanan jalan.

Foto3:kayu yang dibuat untuk menuliskan nama dan anggota

Selain dari itu,Ada satu pohon dimana terpampang dengan sangat jelas Nama,kelompok dan ketua yang akan membuka lahan,diantaranya

Adalah: Ketua     @ Gn

Anggota@Rdwn,Us,Hd,Jl,Ss,Sr dan up

Setelah selesai mendokumentasikan lokasi disekitar kamera dan yang pastinya kamera juga sudah dicabut,team bergerak keluar menuju mobil.

Disaat perjalanan menuju keluar ,team juga bertemu dengan seorang bapak( Maaf lupa namanya ) yang baru saja selesai membersihkan batas tanah yang akan dibukanya.Sibapak ini berasal dari tembilahan,dia juga baru sekitaran tiga hari tinggal disana.

Menurut informasi dari sibapak ini,dia mendapatkan lahan ini dari  Gindo yang tidak lain adalah ketua dari semua pembuka lahan disekitaran kamera ini dan lahan yang didapat bapak ini bukan lah atas namanya,melainkan bagi dua dengan masyarakat asli disana.

Gindo ini juga adalah salah satu dari masyarakat anak talang yang tidak begitu jelas apa perannya dimasyarakat anak talang sampai-sampai dia bisa mendapatkan kedudukan sebagai seorang ketua.Mereka tergolong cerdik,lokasi luas yang akan dibuka ini mengatas namakan koperasi dan entah koperasi seperti apa yang dimaksut oleh mereka.

Nama koperasi ini sepertinya hanya sebuah tameng yang digunakan mereka untuk mengelabui petugas agar dapat memiliki lahan yang sepertinya legal..

Dari sedikit cerita ini,kita dapat membayangkan seperti apa hutan ini untuk satu tahun mendatang.Sepertinya mereka punya slogan tersendiri,”””Siapa cepat dia dapat”””.

Yang menjadi pertanyaan saya sejauh ini adalah:

1:Dari mana mereka mendapatkan izin untuk membuka lahan yang sangat luas itu.

2:Siapa dalang dari semuanya ini

3:Dimana hukum kita disaat hutan sudah lumayan genting seperti ini.

4:Bagaimana kelanjutan dari kehidupan satwa,khususnya Harimau yang hanya tinggal beberapa lagi.

Salam

Fendy

5 thoughts on “Perambahan…..oh Perambahan!!!!!!!

  1. sedih banget ya ngelihatnya.., terlebih daerah itu sering mendapat gambar harimau. kasihan satwanya.

  2. Saya sangat suka dengan hewan jenis kucing termasuk harimau. Dulu saya sangat senang memelihara kucing. Suatu kali saya diberi seekor kucing yang masih kecil. Seekor kucing yang sangat cantik dan sangat jinak. Dia bahkan tidak mau mencuri makanan yang tidak diberikan kepadanya. Seringkali dia menunggui ibu saya yang sedang menggoreng ikan tapi dia tidak mau mengambilnya. Setelah diberi jatah baru dia mau memakannya.

    Tentu saya sangat senang. Waktu itu saya sedang masuk kuliah. Saya memelihara dengan sebaik mungkin. Membuatkan tempat untuk tidur dari kardus dengan diberi kain, memberinya makan dan susu dan bahkan kadang saya ajak tidur di kasur.

    Dialah yang setia menemani ketika saya harus lembur mengerjakan tugas. Seringkali dia tidak mau masuk rumah sebelum saya pulang dan menunggu di pohon. Padalah saya sering pulang sampai larut malam. Begitu saya pulang dia langsung menyambut dan mendahului menunggu di pintu rumah. Lalu dia akan ikut kemanapun saya pergi kecuali kalau saya masuk ke kamar mandi.

    Begitu jinaknya kucing saya sampai selalu kalah bila berantem dengan kucing tetangga. Hingga suatu kali dia terluka cukup parah. Saya berusaha merawatnya. Namun kemudian dia menghilang selama beberapa hari. Saya menemukannya di pagi hari di depan rumah. Dia sudah tergeletak mati dan membeku. Saat itu juga saya menguburkannya di belakang rumah tanpa memedulikan gerimis yang turun. Peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari setelah saya wisuda.

    Saya mengenangnya sebagai seorang shahabat yang menemaniku selama enam tahun menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Nenek saya yang memberinya nama “MANIS”. Saya tidak pernah mendapatkan gantinya.

  3. klo kata orang bijak, “you never know what you got till it’s gone” = kita baru sadar apa yang sebenarnya kita miliki ketika itu sudah hilang.

    kebutuhan (atau keserakahan?) manusia sayangnya masih sering mengalahkan kesadaran untuk memanfaatkan sumber daya alam secara bijak.

    yuk, sama2 mengkampanyekan penggunaan lestari kekayaan alam indonesia🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s