Lengkitang…(Lengket sedikit tapi menantang)

Oleh:fendy 

                         Lengkitang(Lengket sedikit tapi menantang)

 

 

gulai lengkitang

Binatang kecil yang satu ini termasuk golongan yang sangat digemari dan diburu…saya coba-coba cari di internet,tetapi yang namanya lengkitang ini tidak dapat ditemukan tetapi secara specific mirip dengan tutut  .dilihat dari bentuk fisiknya yg begitu kecil ada sedikit rasa tidak yakin untuk memakan binatang kecil yang satu ini.tapi setelah dicoba,citarasa dagingnya sangat khas dan yang pasti rasanya sangat menantang ,nilai gizi yang terkandung didalamnya juga  sangat bagus untuk gigi karena mengandung Calcium dan vitamin D.

Cara memakannya termasuk unik dengan cara disedot sama seperti kita memakan tutut.butuh keahlian khusus untuk bisa mengeluarkan isi daging dari dalam cangkangnya,dan apabila terlalu kuat disedot bisa-bisa sidaging dari binatang kecil yang unik ini akan tertelan,jika terlalu pelan sidaging tidak akan keluar,jadi tidak perlu kuat dan jangan terlalu pelan(sedang-sedang saja).juga perlu diperhatikan,untuk lengkitang yang baru dapat tidaklah bisa langsung dikonsumsi dan harus direndam terlebih dahulu satu malam untuk mengendapkan pasir yg ada didalam tubuhnya.

Setelah direndam satu malam,paginya sudah dapat dikonsumsi,tetapi kita juga harus teliti karena ada beberapa lengkitang yang sedang beranak,jika anak lengkitang ini kita makan bisa mengganggu pencernaan dan lambung, karena cangkangnya yg halus dan tajam bisa saja melukai usus. cara pengelolaannya juga unik.agar isi dalam binatang kecil bisa dinikmati,kita harus memotong terlebih dahulu ujung cangkangnya agar ada rongga udara yang nantinya dapat menarik isi daging lengkitang tersebut.Rasa daging lengkitang ini menurut teman-teman juga sama dengan rasa keong yang hidup disawahan..

Hidupnya sangat terancam dikarenakan jalannya yang sangat lambat,dia sangat gampang untuk diburu…Ditambah lagi,sungai bersih yang diharapkan nya untuk jadi tempat tinggal  dan berkembang biak,kini sudah mulai dirusak oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.Sepenjang pinggiran atau dikaki bukit sosah,aktifitas manusia berperang dengan alam untuk mendapatkan lahan yang nantinya akan mereka tanami dengan sawit,karet dan sebagainya yang bisa menghasilkan uang.aktivitas lain yg mengganggu HL ini,ada dua sawmill yang masih aktif yg terpantau oleh team selama perjalanan pemasangan kamera trap kemaren.

sawmil proper

Tumpukan kayu hasil olahan mereka juga sudah tertumpuk dengan rapinya dan tinggal dilangsir dengan menggunakan kerbau.

tumpukan kayu hasil olahan

kerbau untuk menarik kayu

Bukanhanya lengkitang saja yang ada disekitar kawasan HL.Bukit Sosahini yang perlu kita selamatkan,ada beberapa jenis satwa lain yang dilindung seperti:Harimau,gajah,rusa,beruang dan beberapa jenis lain nya.

kayu yang berdiameter besar

Macam-macam kayu yang berdiameter besar masih bisa temui disini,mulai dari jenis Meranti,trembesu,marsawah,kompas dan jelutung  masih berdiri dengan kokohnya juga termasuk kategori yang harus kita selamatkan.

Yang membuat Bukit Sosah ini jadi semakin unik dimana saat survey kemaren team dihantarkan menuju terowongan,ato celah sepanjang 370 meter dan tinggi celah terowongan ini kurang lebih berkisar 35m..dari kondisi tebing,sekilas mirip seperti objek wisata Harau yg berada di sumatera barat.Setelah  bertemu dengan terowongan ini seketika rasa capekpun hilang setelah beberapa kilo berjalan dan menggendong cariel.Tak mau meninggalkan momen yang bagus dan bisa dibilang  baru pertama kali ini,team beristirahat sejenak untuk mengeringkan keringat yang masih bercucuran diseluruh tubuh.angin bertiup sangat lembut dari celah batu yang lebarnya mungkin berkisar 1meter membuat lokasi ini sangat menarik.

pintu masuk terowongan

Untuk memastikan terowongan ini bisa dilalui atau tidak,Team mencoba mengecek kedalam tanpa membawa cariel.Dengan persiapan seadanya senter dan parang,team mulai menelusuri terowongan ini.Dingin dan hanya sedikit cahaya yg bisa didapat,percikan air dari dinding-tebing sesekali terjatuh dengan sangat pelannya membasahi tubuh kami…takjub,terkagum-kagum melihat keindahan didalam terowongan,setelah setengah jam lamanya menelusuri terowongan dan sampai dipintu keluar,team bergegas putar arah menuju pintu masuk dimana barang-barang ditinggalkan..

kondisi didalam terowongan

Disebalik terowongan ini mungkin berkisar 500m dari pintu keluar,kondisinya tidak sebaik yang saya bayangkan,,ternyata aktifitas manusia  dan suara chainsaw berngiang-ngiang dengan sangat nyaringnya ditengah hutan belantara ini.Kayu besar-besar dipintu masuk ini kemungkinan tidak terjamah  karena mereka kesulitan untuk mengeluarkan kayu melalui sungai yang kecil dan  dinding terowongan yang sempit.Jika aksesnya bagus,tempat ini juga pasti terjamah.

Dipinggiran sungai juga sudah kelihatan jelas rintisan,patok dan plang nama lengkap dengan  ukurannya untuk batas lahan yang akan segera dibuka dan disulap menjadi lahan sawit,karet atau yang lain.

patok tanah yg akan digarap

Suku kubu sangat dikenal kehidupannya dengan cara memanfaatkan hasil hutan kini juga sudah teropsesi dan mulai moderen karena masyarakat pendatang yang bisa mereka lihat disekitar hutan tempat mereka mencari makan.Mereka yang kehidupannya biasa mencari ikan,berburu dan mencari jernang kini perlahan-lahan sudah terpengaruh untuk membuka lahan.lahan sawit dan karet yang mereka punya tak lama lagi sudah bisa dipanen,mereka tak mau ketinggalan.Untuk membuka lahan, mereka menggunakan chaisaw  sama dengan masyarakat pendatang atau tempatan,cara tanam dan pembibitan juga tak jauh berbeda..Mereka yang biasa berjalan kaki kesana kemari kini perlahan-lahan sudah mulai ditinggalkan,untuk memudahkan langkah kini mereka menggunakan sepeda motor.

Jadi beberapa tahun kemudian,kehidupan suku kubu ini akan berupah seperti kehidupan masyarakat pada umumnya,kebiasaan mereka yang mereka bawa dari zaman leluhur mereka juga akan memudar secara perlahan dan pasti…Besar kemungkinan,mereka bisa jadi penjual lahan dan berburu harimau untuk meningkatkan nilai ekonomi mereka…

Pemerintah kita harus lebih cermat untuk menangani semua ini,sosialisasi dan tindakan tegas mungkin bisa sangat membantu apabila tujuannya benar-benar untuk menyelamatkan.

Selamat berjuang

Salam sejahtera

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s