“Rumahku Tergusur Lagi” Kisah pilu harimau untuk dapat hidup layak dihabitatnya tanpa terusik.

“Bahkan harimau tidak mempunyai kesempatan untuk melawan saat mereka tergusur” kata pertama yang  terucap dari mulutku ketika terpana sesaat melihat dahsyatnya laju deforestasi di Hutan Lindung Bukit Betabuh. Sebuah kawasan hutan lindung yang berada di Provinsi Riau yang sekaligus berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Barat. Hutan lindung merupakan kawasan yang memiliki fungsi mulai melindungi keanekaragaman hayati hingga sistem penyangga kehidupan dengan pengelola pemerintah daerah. Kawasan ini juga merupakan habitat penting harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae).

tim

Tim yang bersusah payah melewati kawasan hutan Bukit Betabuh setelah penumbangan yang dilakukan para perambah.

Sebagai top predator, harimau menempati puncak rantai makanan yang berarti juga dapat mengendalikan populasi rantai makanan dibawanya. Satwa mengagumkan ini memiliki wilayah jelajah yang luas meliputi berbagai tipe habitat dan tutupan lahan. Namun habitat primer mereka adalah kawasan hutan yang didominasi pohon yang tinggi dan kian hari kian menyusut. Fenomena tergusurnya harimau oleh perambahan manusia kami dokumentasikan selama survei menggunakan kamera intai yang dilakukan di kawasan Hutan Lindung Bukit Betabuh. Perambahan disana kian tinggi dari waktu ke waktu. Bahkan kami mendapati aktifitas illegal dalam hutan lindung ini yaitu pembalakan liar, perambahan dan perburuan satwa. Hal yang tidak pantas pada hutan dengan status hutan lindung. Kini, populasi harimau Sumatera dialam terancam bahkan IUCN sebuah lembaga internasional yang mendedikasikan kegiatannya untuk konservasi sumber daya alam mengkategorikannya dalam Redlist  dengan status “Critically Endagered” atau satu langkah lagi menuju punah dialam. Pada tahun 2009 hingga 2010, kami telah melakukan pemasangan kamera intai pada kawasan yang sama dan mendapati setidaknya beberapa individu harimau termasuk anakan, sedangkan sekarang kamera intai yang kami pasang hanya terbatas mendapatkan gambar mereka. Sungguh ironi, rumah bagi harimau ini tergusur derasnya kebutuhan perut atau malah bisnis golongan tertentu. Mari bersama – sama selamatkan harimau Sumatera! Apa yang ada dibenak anda ketika mendengar kata “tergusur”?sedih, cemas, marah dan tentu nano – nano bercampur menjadi satu. Kali ini penggusuran bukan oleh satpol PP melainkan oleh perambah hutan dengan korban hutan yang sekaligus menjadi habitat harimau Sumatera salah anak jenis harimau yang masih mampu bertahan. Kedua saudara mereka di Indonesia telah dahulu punah juga karena tergusur dari habitatnya yaitu harimau Jawa (Panthera tigis sondaica) dan harimau Bali (Panthera tigris balica). Tragis memang, apalagi bila kisah mereka menimpa kita yang bisa hidup nyaman dan aman tanpa terusik.

2 thoughts on ““Rumahku Tergusur Lagi” Kisah pilu harimau untuk dapat hidup layak dihabitatnya tanpa terusik.

  1. Pemburuan harimau sumatera secara besar-besaran didalangi oleh seorang pengusaha tionghoa bernama sukoso thamrin yg beralamat di Jl. Merbau Mas Blok DD No. 2 Kecamatan Medan Perjuangan.
    Selain harimau sumatera juga satwa-satwa dilindungi lainnya.

    Kulit harimau sumatera di seludupkan ke singapore secara ilegal.
    Berbagai modus penyeludupan dilakukan oleh Sukoso Thamrin untuk mengelabui petugas.

    Beberapa modus penyeludupan yang dilakukan oleh Sukoso Thamrin :
    1. Mengonta ganti supir mobil box miliknya, sehingga begitu supir mengetahui banyak tentang bisnis haramnya maka segera supir mobil box tersebut di pecat dgn berbagai alasan.
    2. Kemasan di beri label ikan asin, walau berisi kulit harimau sehingga mengecohkan petugas.
    3. Mengunakan KTP atau identitas orang lain sebagai pemilik barang
    4. Pemalsuan dokumen
    5. Menyuap petugas dari dinas kehutanan, dll

    Sukoso Thamrin alias KOK SO lahir di Belawan pada tanggal 20-08-1955 merupakan anak dari Soen Soe Kee.
    Sukoso Thamrin pernah tinggal di Jl. Sumatera No. 76 Belawan
    Nomor Identitas KTP Sukoso Thamrim : 1271182008550001
    Sukoso Thamrin memiliki istri yg bernama : Susie (Tgl lahir 10 April 1972) istri Sukoso Thamrin merupakan anak dari James Tantono seorang pengusaha kaya di Medan dan Sukoso Thamrinmemiliki empat orang anak bernama :
    1. Josh Elsindo Thamrin
    2. Priscilyn Thamrin
    3 Thedwin Thamrin
    4. Fiolini Thamrin

    Sukoso Thamrin memiliki beberapa pabrik kulit, salah satunya PT Yakita Mulia PT Alam Lestari dan PT Kreasi Fauna Indah di Medan Indonesia dan
    Trenset International di Singapore.

    Limbah industri dari PT Kreasi Fauna Indah yg berlokasi di Jl Pasar III No. 131 Krakatau Medan Perjuangan, di buang langsung ke warga, sehingga warga sering mengalami penyakit gatal-gatal.

    Sukoso Thamrin memiliki penangkaran buaya di Namorambe, dimana buaya beberapa kali lepas dan pernah karyawannya tewas di makan buaya namun beritanya bisa ia redam.

    Sukoso Thamrin memiliki tanah dan bangunan sebanyak 15 lokasi di Medan Perjuangan. Dimana tanah dan bangunan sengaja tidak di balik namakan.

    Sukoso Thamrin juga sering menikmati perawan wanita-wanita tionghoa, dengan modus training ke luar negeri (singapore,cina), dengan ancaman dan tawaran jabatan penting di perusahaannya. Sukoso berhasil merengut perawan para wanita tionghoa tersebut.

    Sukoso Thamrin dengan kekayaan yg dimilikinya selalu berhasil memuluskan bisnis haramnya dengan menyogok para petugas.
    Sukoso Thamrin menyeludupkan kulit-kulit hewan langka ke luar negeri dan ia jg menyeludupkan narkotika dari cina, singapore ke seluruh Indonesia.

    Sampai saat ini Sukoso Thamrin tetap menjalankan bisnis haramnya dan aparat penegak hukum tutup mata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s